Kalau bicara tentang Alun - alun kayaknya semua kota ada alun alunya deh ya, kecuali di luar negeri mungkin karena saya belum pernah sekalipun ke luar negeri, bagi yang mau ajakin ke luar negeri saya siap selalu..wkwk.
lanjut nih tentang Alun - alun Banjarnegara yang istimewa, kenapa istimewa karena yang pertama ini alun - alun di kota kecil nan asri tempat kelahiran saya, yang kedua ini alun - alun banyak banget jajanannya, sampai bingung saya kalau main kesini, bukan bingung mau makan apa tapi bingung mau beli pake apa..hehehe.
Di Alun - alun ini kamu akan menemukan banyak sekali jajanan baik dr Banjarnegara maupun dr luar Banjarnegara, dan Alun - alun Banjarnegara ini di lewati jalur utama nasional, kurang apa coba. Kalau kalian dr Purwokerto mau ke Wonosobo sudah pasti nglewati nih Alun - alun Banjarnegara karena memang letaknya yg di pinggir jalan, ya iyalah masa ada Alun - alun harus masuk jauh dari pinggir jalan, emang kos kosan kamu..
saya sarankan kalau mau main ke Alun - alun Banjarnegara ini pas hari minggu pagi, karena ada Car Free Day atau CFD selain banyak jajan, ( yaelah jajan lagi ) kamu juga bisa ber olah raga lari lari kecil dan bagi yang jomblo sangat di sarankan agar hidup kita sehat, apa hubunganya sama jomblo, sampai saat ini saya belum bisa menjelaskan hubungan antara CFD dan Jomblo karena itu salah satu rahasia Illahi.
Jajanan di Banjarnegara kalau menurut saya itu tergolong yang murah di antara kota lain di indonesia, mungkin karena kota kecil jadi harga disini tergolong masih murah dan meriah, sudah murah meriah rame lagi, itulah Banjarnegara.
Dulu di tengah Alun - alun ini ada 2 pohon beringin yang besar menjulang, cuma karena usia dan cuaca pohon itu tumbang.
Di sebelah barat Alun - alun ada masjid kebanggaan warga Banjarnegara, masjid agung An-Nur namanya, jadi bagi para traveler muslim kalau pas lagi main di Alun - alun Banjarnegara pas waktu sholat gak usah khawatir dengan tempat ibadah.
Bagi para traveler yang masih buta tentang tempat wisata di Banjarnegara, di Alun - alun ini juga ada papan informasi tempat wisata di Banjarenagara, kalau mau di kunjungi semua mungkin kalian butuh waktu sekitar 1 minggu disini, bagi yang mau di temani, saya siapp menemani perjalanan anda semua dari berangkat sampai pulang, yang penting di jajanin..wkwkwk.
Demikian ulasan singkat tentang Alun - alun Banjarnegara, semoga bisa memberikan info, tapi kayaknya gak yo, gak papa yang penting kalau kalian main ke Banjarnegara jangan lupa mampir kesini siapa tau kita ketemu, kalau ketemu siapa tau bisa temenan, kalau udah temenan siapa tau jadi sodara..kan gak papa ya..hehehe
Demikian teman semua, salam pariwisata, mari majukan wisata di Indonesia.

Alun Alun Banjarnegara

Segenap Admin dan Penulis mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan bathin.
bila ada tulisan yang kurang berkenan mohon kemaafan dr pembaca sekalian.
Terima Kasih.

Selamat Hari raya Idul Fitri 1439 H

Wisata watu Desel berada di Ds Pesangkalan, Kec Pagedongan, kab Banjarnegara. Jika di tempuh dari Banjarnegara kota kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan, tapi saya sarankan yang mau ke sana pakai mobil harap hati-hati, karena ada sebagian titik jalan yang agak rusak.
kalau menurut penelurusan admin sih watu desel ini dulunya merupakan fosil kayu yang sangat besar..mungkin tapi, jangan di anggap serius, saya kurang tahu sejarah terbentuknya gundukan batu ini seperti apa, tapi yang jelas pemandangan sangat ajib bro, cukup bayar tiket 5rb rupiah kalian udah bisa main sepuasnya di dalam, foto2 bahkan tiduran juga boleh..hehehe, yang penting patuhi aturan yang ada di dalam, dan jangan lupa jaga kebersihan, karena kebersihan sebagian dari Iman.
sekian dari kami, mohon koreksi jika ada salah dalam menyampaikan informasi.

Wisata Alam Watu Desel


Curug Pitu atau dalam bahasa indonesia berarti Air Terjun Tingkat Tujuh, sebuah wisata alam yang berada di desa Kemiri, Kecamatan Sigaluh, Kab Banjarnegara. Kenapa di namakan tingkat tujuh, karena air terjun ini memiliki tujuh tingkat dari atas sampai bawah, dan yang paling tinggi di air terjun terakhir atau di air terjun no 7.
Dengan akses yang sangat mudah untuk bisa mencapai ke lokasi, baik menggunakan motor, ataupun mobil, asal jangan pakai bus karena jalanya sempit tapi di jamin aspal kok... Kalau dari Alun - Alun Banjarnegara jarak yg di tempuh kurang lebih 15 menit, dan kalau dr Wonosobo sekitar 1 jam perjalanan agar bisa sampai di lokasi air terjun.

Ayo segera agendakan travelling kalian ke sini, kalau kesini jangan lupa main ke tempat mimin,,deket kok..hehehe

Wisata Curug Pitu ( Air Terjun Tingkat Tujuh )


Jika bicara tentang wisata Dieng memang tidak ada habisnya, dari segi Budaya, Kesenian dll Dieng tetap menjadi primadona di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.






















Dieng lagi, dan lagi..

Foto: Uje Hartono/detikcom
Sekitar Banjarnegara (Via Detik.com) - Wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah juga merupakan sentra buah salak selain di Kabupaten Sleman dan Magelang. Selama ini buah salak hanya dijual buahnya saja atau dibuat olahan lain seperti manisan dan keripik salak.

Di Banjarnegara, ada warung yang menyajikan hidangan lain daripada lainnya. Menu olahan ini bernama Mi salak yang memanfaatkan daging buah salak.

Tanti warga Desa Sered Kecamatan Madukara mengolah buah salah menjadi beragam jenis mi mulai dari Mi Jakarta, Mi Ramen, Mi Malang hingga Mi Pangsit.

Warung mi salak ini terletak di Jalan Jendral Sudirman, Banjarnegara. Hampir setiap hari ramai dikunjungi pembeli. Para pelanggan penasaran dengan olahan mi dari buah salah pondoh itu.

Tanti menuturkan ide awal membuat mi salak ini karena banyak buah salak yang saat panen raya harganya jatuh. Petani menjual dengan harga Rp 1.500/kg. Bahkan banyak buah salak yang kemudian busuk tidak terjual.

Mi salak
Foto: Uje Hartono/detikcom
Dia kemudian mendapat ide untuk mengolah daging buah salak dengan mencampurkan tepung terigu. Lima buah buah salak itu setelah digiling atau diblender kemudian dicampur tepung terigu.

"Saya kemudian mengolah salak menjadi mi. Karena saya melihat penggemar mi itu tidak mengenal kalangan, dari yang muda sampai yang tua, hampir semuanya suka mi," katanya.

Satu porsi mi salak isinya pun beragam, mulai dari sayuran, telur, sosis, daging sapi, nugget, telur dan irisan bakso. Uniknya, mi dengan aneka rasa ini tidak hanya memanjakan lidah, namun juga pelanggan yang menyatakan mi salak tersebut menurunkan kadar kolesterol.

"Banyak yang menyampaikan kalau mie salak ini bisa menurunkan kolesterol," kata dia

Untuk penyajian menurut Tanti, untuk mi ramen tidak menggunakan mangkok namun dituangkan ke dalam pangsit yang berbentuk mangkok Untuk satu porsi dengan harga Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu.

"Harga tidak sama tergantung jenisnya," imbuhnya.

Ridwan, salah satu pembeli mengaku selaian rasa mi salak enak, juga ada variasi menu olahan mi dari buah salak. "Rasanya enak dan ada variasi menu selain yang ada saat ini," katanya.

Mi Salak Olahan Baru Warga Banjarnegara
Foto: Uje Hartono/detikcom

(bgs/bgs) Sumber: Detik.com

Mi Salak, Olahan Baru Warga Banjarnegara

Sekitar Banjarnegara (Via Suara Merdeka) - Kebutuhan rekreasi sekaligus olah raga akhir-akhir ini semakin menjadi trend dan menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat.
 

Sadar terhadap hal itu, sejumlah pemuda di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, menyulap desanya sebagai salah satu tujuan rekreasi alam yang berada di perbukitan. Rumpit Bike Park, begitu warga desa setempat menamainya. Kehadirannya untuk memberikan solusi bagi pecinta olah raga sepeda sekaligus berwisata alam untuk melepas penat.

Inisiator Rumpit Bike Park, Kartono, mengatakan, lokasinya yang berada di jajaran perbukitan Kabupaten Banjarnegara bagian selatan, memang menjadi pesona dan tantangan tersendiri. “Warga bekerjasama dengan lembaga masyarkat desa hutan dan Perhutani.

Karena sebagian besar memang menggunakan lahan milik Perhutani,” ujar dia. Di lokasi ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dan berolah raga jalan kaki mendaki bukit di Rumpit Bike Park serta bisa mencoba sensasi naik sepeda di puncak perbukitan.

#Spot Foto

Spot untuk berfoto ria juga sudah tersedia dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pengunjung bisa berfoto di atas bebatuan, di lorong dan rumah pohon yang sudah dilengkapi dengan pengaman sehingga aman bagi pengunjung. Bagi yang akan menginap tersedia juga camping ground untuk memasang tenda.

Sehingga sangat tepat untuk mengisi liburan bersama dengan keluarga. Dan khusus bagi pecinta sepeda gunung terdapat track atau jalur sekitar 5 kilo, menyusuri puncak perbukitan. “Dijamin biker akan ketagihan bersepeda di atas puncak perbukitan dengan pemandangan alam yang luar biasa indah,” lanjutnya.

Bagi komunitas sepeda yang akan ke rumpit bike park, harus memesan jadwal terlebih dahulu dengan pengelola karena biasanya pada hari libur atau weekend banyak yang berminat. Dia menambahkan rumpit bike park ini berawal dari komunikasi di jejaring media sosial tentang potensi wisata alam di bukit rumpit dengan salah sejumlah anggota komunitas sepeda.

Ternyata setelah berdiskusi panjang dan survei langsung ke lokasi, bukit rumpit dinilai sangat cocok dan menantang untuk pecinta sepeda gunung. Ke depan, rumpit bike park ini akan disinergikan dengan sejumlah potensi yang ada di Desa Salamerta.

Seperti agrowisata dan wisata industri kreatif berbahan kayu dan bambu serta industri makanan ringan yang nantinya berharap Desa Salamerta bisa menjadi Kampung Wisata dan Wirausaha. Adapun Haryono, Ketua Pokdarwis Desa Salamerta, mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan ke bukit Rumpit semakin meningkat.

Libur lebaran dan libur akhir pekan jumlah pengunjung diatas 200 orang per hari. Sedangkan komunitas sepeda gunung yang sengaja mencoba jalur sepeda gunung rata-rata diatas 20 orang per hari khususnya pada hari libur.

Pihaknya terus berupaya agar rumpit bike park ini ramai dikunjungi pengunjung. Diantaranya dengan penambahan fasilitas pendukung sehingga pengunjung akan lebih betah dan tidak kapok lagi datang berkunjung di kemudian hari.

Sedangkan Galuh, salah satu pecinta sepeda gunung saat menjajal jalur di bukit rumpit mengatakan, jalur sepeda sangat bagus dan menantang dan menjadi yang terbaik di eks-Karesidenan Banyumas dan Kedu. “Sangat bagus karena menyusuri puncak perbukitan sehingga olah raga nya dapat dan rekreasinya juga dapat,” terangnya. (19)

Source: Suara Merdeka

Bukit Rumpit Bike Park, Paduan Wisata Alam dan Olah Raga di Banjarnegara

Sekitar Banjarnegara (Via BBN) - The Pikas Adventure Resort bersama warga Desa Kutayasa, Kecamatan Madukara, membentangkan bendera raksasa di jembatan perbatasan Kecamatan Sigaluh, Kamis (17/8).
 
Pembentangan Bendera Raksasa Pada Acara Bannyu Woong River Carnival #7

Bendera merah putih tersebut memiliki panjang 25 meter, lebar enam meter dan berat lebih dari 30 kilogram. Pembentangan bendera tersebut dilakukan dari atas jembatan itu diawali dengan upacara peringatan HUT RI ke 72 di sungai dengan menggunakan perahu karet.

Penggagas kegiatan Tri Haryanto mengatakan, "Sungai merupakan satu sumber kehidupan, di lokasi ini juga digunakan sebagai wisata air arung jeram. Tidak hanya itu, lokasi ini juga banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara".

Negeri ini adalah milik semua rakyat yang didirikan atas perjuangan rakyat, sehingga kita sebagai warga negara harus bangga dengan bendera yang merupakan simbul lambang negara,” katanya.

Pengibaran bendera ukuran jumbo ini untuk kedua kalinya setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2007 di gunung lawe, selain itu dibentangkannya bendera ini juga untuk mengajak masyarakat dalam memupuk rasa nasionalisme. Sebagai generasi muda, anak bangsa ini harus membalas perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan adalah dengan cara mempertahankannya.

Kita harus bangga dengan bangsa kita, mempertahankan dan menghargai jasa para pahlawan dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan melakukan upacara dan pembentangan bendera,” katanya.

Dikatakannya, kegiatan pembentangan bendera ini dilakukan selain untuk memperingati HUT RI ke 72 juga sebagai peringatan 7 tahun The Pikas Adventure. “Kita sediakan sekitar 32 perahu dengan 100 peserta lebih, sebelum upacara mereka melakukan pengarungan sungai sepanjang 14 kilometer. Sesampainya di lokasi, dilakukan upacara dan pembentangan bendera,” ujarnya. (oel)

Source: BeritaBanjarnegara.com

Bendera Raksasa Dibentangkan Pada Acara BannyuWoong River Carnival 7 di The Pikas

Sekitar Banjarnegara via (SATELITPOS) – Desa Kaliajir, kecamatan Purwanegara merupakan satu desa yang selalu menjadi langganan kekeringan di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Namun siapa sangka, desa ini memiliki bukit yang indah dan dapat melihat Kota Banjarnegara hingga laut selatan.
Bukit Icika para pemuda desa menamakan bukit terjal dan kaya akan potensi psir putih tersebut. Sadar akan kerusakan yang ditimbulkan penambang pasir diwilayah tersebut, warga desa kini mengubahnya menjadi tempat wisata alam yang indah.
 
Bukit Icika (Igir Cempaka) di Banjarnegara Siap Sambut Wisatawan
Image via (SATELITPOS)

 “Awalnya kita perhatiin dengan kondisi jalan yang selalu rusak akibat tambang pasir putih. Bahkan, dari penambangan tersebut menjadikan lahan gundul. Mungkin ini satu penyebab wilayah kami sering dilanda kekeringan,” kata Kepala Desa Kaliajir Zauinal Arifin.

Dengan kondisi tersebut warga mulai mengubah bukit yang indah tersebuut sebagai wisata alam. Selain memiliki udara yang sejuk, lokasi tersebut juga sangat cocok untuk tempat wisata. Ketinggian bukit ternyata menyuguhkan keindahan alam yang sangat luarbiasa. Dari atas bukit, selain dapat menikmati matahari terbit dan tenggelam, wisatawan juga dapat melihat langsung laut selatan dari atas bukit.

Tidak hanya itu, atas bukit, pengunjung juga dapat melihat lahan gersang dan lahan hijau. Lahan gersang berada di sisikanan puncak bukit akibat penambangan, sementara lahan subur adalah lahan perhutani yang berda di sisi kiri bikit. “ Ini adalah nilai edukasinya, pengunjung dapat membandingkan sendiri akibat penambangan dan lahan subur yang indah,” ujarnya.

Meski masih terkesan sederhana, bukit Icika uini sudah cukup untuk memanjakan mata wisatawan. Keindahan alama dapat dilokasi sangat memanjakan mata. Pembenahan diberbagai sisi juga mulai dilakukan pemuda desa setempat. “Kami ingin lokasi ini sebagai wisata, dan kami juga akan mengembangkan desa kami sebagai desa wisata sekaligus ikut merawat dan melestarikan alam kami,” katanya.

Ia mengakatan, meski belum banyak diketahui khalayak keberadaan bukit Icika ini bisa menjadi alternative bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan. Ke depan pemuda desa juga akan mengembangkan lokasi tersebut menjadi river camp. “ Kami terus melakukan pembenahan, kendala yang terjadi saat ini adalah akses jalan dari desa menuju lokasi yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah,” ujarnya.

Nur Amin, seorang wisatawan asal Banjarnegara mengaku puas setelah berada dipuncak bukit, kondisi jalan yang terjal terbayar lunas setelah mencapai puncak bukit. Selai  keindahan alam dia juga mengaku dapat melihat secara langsung perbandingan alam yang ruak dan hijau.

“ Kendalanya Cuma pada akses jalan, kalau lokasi sudah cukup nyaman, dan hanya butuh beberapa sentuhan sedikit,” ujarnya.(lil)

Source: SATELIT POST

Bukit Icika (Igir Cempaka) di Banjarnegara Siap Sambut Wisatawan

Foto via: @lovebanjarnegara

Sekitar Banjarnegara (Via VisitJateng.id) - Pernahkah kamu mendengar objek wisata yang bernama Rawa Rindu di Jawa Tengah, khususnya di Banjarnegara? Bagi kebanyakan orang, mungkin nama Rawa Rindu masih asing di telinga, terlebih untuk orang yang tinggal di luar Kabupaten Banjarnegara.

Pasalnya, objek wisata yang satu ini memang termasuk objek wisata yang belum diketahui banyak orang, termasuk penduduk asli Banjarnegara sendiri. Tapi, untuk orang-orang yang doyan eksplor tempat wisata dan doyan berburu foto, jelas tempat ini tidak asing lagi. Anginnya yang semilir menenteramkan, dipadu lukisan sunset atau sunrise, sudah barang tentu adalah suguhan yang sulit untuk diabaikan. 

Lokasi Rawa Rindu

Nama aslinya Rawa Windu, terletak di Dusun Rawa Windu, Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Banjarneraga. Lalu, kenapa dikenal sebagai Rawa Rindu? Apakah dahulu ada kisah rindu yang terpendam di sana? Oh, tentu saja tidak.

Nama Rawa Rindu hanyalah sebuah nama beken yang dicetuskan para pegiat fotografi di Banjarnegara. Konon, dulu masyarakat setempat kurang sepakat dengan nama tersebut karena berkaitan dengan nama dusun, tapi perlahan justru nama Rawa Rindu menjadi nge-hits, dan justru mengundang banyak wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut. 

 
Foto via: @wonderfulbanjarnegara

Jalan Menuju Rawa Rindu

Nah, jika kamu sedang berkunjung di Banjarnegara dan hendak mengunjungi tempat ini, motor kamu harus dalam keadaan prima ya. Jalan menuju Rawa Rindu memang bukan berupa tanjakan-tanjakan yang ekstrim, hanya saja jalannya sempit yaitu berupa jalan setapak yang cukup susah dilalui kendaraan bermotor.

Belum lagi keadaan jalan yang bergelombang tidak rata, salah-salah motor yang kamu naiki bisa roboh. Satu lagi, kamu juga bakal melalui pohon-pohon salak di jalan yang bergelombang itu. So, kamu bener-bener kudu hati-hati ya..

Biar pun jalan menuju objek wisata Rawa Rindu ini cukup menuntut kehati-hatian, tapi kamu nggak bakal nyesel, kok, kalau sudah sampai di lokasi. Apalagi ketika kamu menjumpai momen yang tepat, sunset atau sunrise yang perfect misalnya. Yakin, deh, bakal kangen berkunjung. Tidak percaya? Buktikan saja!

Source:

Menikmati Senja di Rawa Windu (Rawa Rindu) Banjarnegara